Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 September 2010

DAFTAR PEMAIN PERSIBO ISL 2010/2011

GOAL KEEPER


Syaifudin ,Dwi Kuswanto


Belakang


Aang Suparman,Carlos Eduardo Bizarro,Friyan Eko Yuwono,Achmad Sumardi,Akhmad Aries Tuansyah,Muhammad Hamzah,Novan Setia Sasongko


Victor Rodrigues Da Silva,Yoo Young Wo,,Iswandi Da’i ,Cucu Hidayat,Slamet Nurcahyo ,Nurhidayat,,Mochamad Irfan,Moch. Samsul Huda,Jajang Paliaman


DEPAN
Samsul Arief,Dicky Firasat ,Rudi Widodo
Read More...

Selasa, 06 Juli 2010

Stadion Letjen Soedirman Ditangani Darurat

Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Jatim, ditangani darurat dengan dana Rp9 miliar untuk pembangunan lampu dan pembenahan ruangan menghadapi liga super September 2010.

“Penanganan pembenahan stadion secara darurat untuk mencapai target stadion bisa dimanfaatkan laga kandang Persibo di liga super,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Andi Tjandra, Selasa.

Dia menjelaskan, penanganan darurat tersebut, hasil masukan dari Badan Liga Indonesia (BLI), yang pengurusnya pernah didatangkan ke Bojonegoro. Selain memberikan masukan penanganan darurat, pengurus BLI juga memberikan masukan stadion standar liga super berdasarkan ketentuan FIFA.

Dia menyatakan, belum bisa menjelaskan rinci rencana pengembangan stadion dalam jangka panjang, sebab disusun. Menjawab pertanyaan, dia mengatakan penanganan stadion secara darurat tersebut, tetap mendapatkan verifikasi BLI sebelum dianggap pantas dimanfaatkan laga kandang Persibo.

“Yang penting, verifikasi nanti selain untuk melihat penanganan darurat, juga melihat rencana jangka panjang kita,” ucapnya.

Dalam penanganan darurat tersebut, pembangunan lampu dengan empat tiang masing-masing tiang 48 unit lampu dianggarkan pada tahap awal Rp4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010.

Sedangkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2010, pembangunan lampu stadion dialokasikan Rp4,5 miliar.”Jumlah lampunya memang lebih sedikit dibandingkan Stadion Manahan Solo, karena luas stadionnya yang berbeda,” katanya menambahkan.

Stadion Manahan Solo jumlah lampu di masing-masing tiang sebanyak 60 unit lampu.

Sesuai masukan dari BLI, sejumlah ruangan harus dilakukan pembenahan mulai ruang wasit, ruang ganti pemain, ruangan untuk kamera TV, ruang pers dan sejumlah ruang lainnya yang semuanya ber AC.

“Dana untuk pembenahan sejumlah ruangan tersebut berkisar Rp500 juta,” paparnya.

Dia memastikan, pembenahan ruangan yang dimulai 8 Juli ini dan pembangunan lampu stadion tersebut, pertengahan September sudah rampung. Diharapkan, dengan adanya penanganan darurat tersebut, mampu menjadi tempat laga kandang Persibo pada kompetisi LSI.

Persibo yang menjuara kompetisi divisi utama 2009/2010 berhak promosi ke LSI untuk musim kompetisi 2010/2011. (ant/cax/bolanet)
Read More...

Jumat, 02 Juli 2010

Boromania Tagih Lampu Stadion

Boromania, kelompok suporter pendukung Persibo Bojonegoro meminta agar pelaksanaan pembangunan lampu Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro segera dilakukan.

“Kenapa sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun,” tanya ketua harian Boromania, Jasmo Priyanto.

Dia menganggap, saat ini waktu pembangunan lampu tersebut sudah sangat mendesak. Sementara, lelang tender proyek senilai Rp 4,5 miliar itu belum dilakukan. Karena itu, dia kembali menanyakan mengenai realisasi janji pembangunan lampu stadion tersebut. “Dari pertengahan bulan lalu yang kami dengar hanya minggu ini lelang,” tuturnya.

Padahal, kata pria yang juga pengurus asosiasi suporter Indonesia itu, kompetisi superliga akan dimulai 18 September mendatang.

Sehingga akhir Agustus pembangunan sudah harus selesai. “Tapi ini dua bulan sebelum superliga belum ada tanda-tanda akan dibangun,” kata dia.

Padahal, berdasarkan informasi yang diterima Boromania, pertengahan bulan ini PT Liga Indonesia akan mengadakan penilaian (assessment). Penilaian yang dimaksud, menurut dia, semacam inspeksi kesiapan sarana dan prasarana untuk mengelar superliga. “Kalau tidak lolos asessment ya tentu harus main diluar Bojonegoro,” tegasnya.

Selain lampu, tuturnya, ada beberapa sarana di Stadion Letjen H Soedirman yang harus dilengkapi. Menurut dia, tribun serta berbagai sarana di stadion tersebut masih jauh dari kata layak. Untuk itu, kata dia, harus ada gerakan cepat dan spontan dari semua elemen agar Stadion Letjen H Soedirman bisa dinyatakan standar. (ade/wid/jpnn)
Read More...

Sabtu, 26 Juni 2010

Persibo dan Sartono Anwar Belum Sepakat

Manajemen Persibo Bojonegoro, Jatim, menyatakan belum mencapai kesepakatan dengan Sartono Anwar yang diminta kembali melatih Tim Persibo yang promosi dari divisi utama ke liga super.

“Ada beberapa hal belum tercapai kata sepakat dan masih dibutuhkan pembicaraan lanjutan,” kata Manajer Persibo Bojonegoro, Taufik Risnendar, seusai melakukan pertemuan dengan Sartono Anwar, Jumat.

Pertemuan di Makodim 0813 Bojonegoro itu berlangsung sekitar satu jam, dihadiri juga sejumlah pengurus Persibo.

Menurut Taufik, dalam pembicaraan tersebut, sudah ada satu tujuan yakni Sartono Anwar tetap ingin bertahan melatih Persibo Bojonegoro. Hanya saja, dia enggan menjelaskan secara rinci isi pembicaraan itu dan beberapa hal yang belum ada kata sepakat.

Yang jelas, katanya, manajemen akan melakukan pembahasan secara bersama untuk mengambil keputusan permintaan yang diajukan Sartono Anwar. Pada prinsipnya, manajemen akan mengambil keputusan berdasarkan kemampuan keuangan.

“Kami harus membahas secara bersama dan memutuskan berdasarkan musyawarah tidak orang per orang,” tandasnya.

Seusai pertemuan, Sartono Anwar yang dimintai konfirmasi menyatakan, dalam proses negosiasi tersebut, kedua belah pihak memiliki pendapat sendiri dan masih dalam batas kewajaran.

Persibo Bojonegoro dengan pelatih Sartono dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia keluar sebagai juara, sehingga lolos ke ISL musim kompetisi 2010/2011.

Sebagai bentuk penghargaan, Sartono Anwar mendapatkan penawaran pertama untuk kembali melatih “Laskar Angling Darma” pada musim kompetisi mendatang. Meski demikian, sejumlah pelatih dalam dan luar negeri, secara resmi sudah mulai mengajukan lamaran untuk melatih Persibo.(antara)
Read More...

Kamis, 24 Juni 2010

Pilih Nama PT Persibo Bojonegoro Mandiri

Manajemen Persibo Bojonegoro akhirnya menentukan pilihan untuk nama badan hukum bagi tim kebanggaan warga Kota Ledre tersebut. Nama yang dipilih, PT Persibo Bojonegoro Mandiri. “Segera kita urus surat-suratnya,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar.

Dia menjelaskan, hal itu merupakan hasil rapat internal manajemen Persibo. Komandan Kodim 0813 itu menyatakan bahwa sesuai hasil rembug sepak bola Bojonegoro, nantinya PT tersebut diakusisi pemkab dengan persetujuan DPRD setempat. Dengan metode ini, Persibo akan menjadi milik pemkab. “Ini sebagai langkah awal saja,” tuturnya.
Menurut Taufik, pengurusan PT membutuhkan waktu cukup panjang. Untuk persyaratan awal, pihaknya segera meminta rekomendasi dari Depkumham. “Surat itulah yang akan digunakan mendaftar sebagai peserta supelriga musim mendatang,” imbuhnya.

Taufik menuturkan, pembentukan PT akan dilaporkan kepada pemkab setempat. (ade/yan/jpnn)
Read More...

Kamis, 17 Juni 2010

Dewan Siap Anggarkan Rp 30 Miliar Untuk Persibo

Masuknya Persibo Bojonegoro ke Indonesia Super League (ISL) musim depan membuat menejemen harus siap-siap finansial yang cukup besar. Namun, keinginan menejemen untuk mendapatkan anggaran sedikitnya Rp 14 miliar, kemungkinan besar akan terealisasi dan kemungkinan bisa lebih besar.

Sebab, dalam rembuk bareng sepakbola di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/6/2010) menyebutkan, jika kalangan dewan telah berancang-ancang untuk menganggarkan 3 persen dari total APBD Bojonegoro.

Jika APBD Bojonegoro tahun 2010 ini berkisar antara Rp 1,040 triliun, maka kemungkinan 3 persennya lebih dari Rp 30 miliar.
Dengan bagitu, anggaran Persibo bisa cukup besar. Kalau saja anggaran tersebut mulus dan terealisasi, maka Persibo bisa menjadi tim dengan pendanaan APBD dengan jumlah yang sangat besar dan bisa bersanding dengan tim-tim lainnya.

“Kita saat ini beserta dengan tim anggaran DPRD Bojonegoro sedang menggodok dan mempertimbangkannya,” kata Badan Anggaran DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto, yang disambut tepuk riuh seluruh undangan di pendopo.

Anggaran Rp 30 miliar tersebut sebenarnya cukup kecil jika dibandingkan dengan anggaran belanja lain di Bojonegoro. Sehingga, pertimbangan tengah digodok dan nantinya bisa segera dibahas.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Pemkab Bojonegoro serius untuk membina sepakbola di Bojonegoro. Tujuannya tidak lain adalah kebanggaan yang sangat besar dengan Persibo saat ini,” sambungnya.

Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Bojonegoro pada APBD tahun 2009 dan awal 2010 terbayar tuntas, bahkan berlebih dengan juaranya Persibo di Devisi Utama.

“Bonusnya itu, dan target ISL sudah bisa dipenuhi. Jadi, kami akan terus mendukungnya,” lanjut politisi asal PNBK Indonesia itu.

Hal senada dijelaskan oleh Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Suyuti. Menurutnya, ia sangat sependapat dengan Agus mengenai rencana anggaran untuk Persibo. “Jumlah tersebut sangat sedikit dan bisa ditambah nantinya. Maka, kami butuh dukungan dari semua pihak,” katanya.

Sementara itu Bupati Bojonegoro, Suyoto sangat apresiasi dengan rencana DPRD Bojonegoro. Yang terpenting menurutnya saat ini adalah membuat pola-pola yang bisa memperlancar Persibo kedepannya.

“Termasuk gagasan membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berupa PT, yang nantinya bisa diberi nama PT Persibo atau yang lain,” jelasnya. PT tersebut yang nantinya diatur oleh peraturan daerah (perda) dan bisa menbung uang untuk jangka panjang. Selain itu, PT bisa sangat legal dan mencaiptakan peluang bisnis untuk Bojonegoro.(dul/ted/beritajatim.com)
Read More...

Rabu, 09 Juni 2010

Pelatih Prancis Lamar Persibo

BOJONEGORO - Naiknya Persibo Bojonegoro ke kasta Indonesia Super League (ISL) membuat sejumlah pelatih baik dari dalam maupun luar negeri tertarik menangani tim berjuluk Laskar Angling Dhrama itu musim depan.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bojonegoro menyebutkan, pelatih lokal yang sudah mengajukan lamaran di antaranya M. Zein Al Hadad. Dia sebelumnya pernah menangani Deltras Sidoarjo dan Persebaya Surabaya. Sementara pelatih asing yang resmi melamar adalah Patrick Valee yang berasaal dari Perancis.Prestasi pelatih tersebut adalah menangani tim nasional junior Singapura serta tim junior Perancis. ''Kami memang sudah menerima beberapa lamaran untuk mengarsiteki Persibo musim mendatang,'' kata manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar.

Namun, dia mengatakan kalau manajemen belum memberikan sikap terkait hal tersebut. Sebab, pihaknya masih menunggu sikap dari Sartono Anwar yang telah diminta secara resmi untuk kembali melatih Persibo. Hanya, jika sampai batas waktu yang ditentukan belum ada jawaban, tentu pihaknya bakal mengambil sikap lainnya. ''Karena itu kami masih menunggu,'' tuturnya.

Taufik menjelaskan bagaimanapun manajemen masih menghormati serta menghargai Sartono Anwar. Alasannya, Sartono dianggap sukses menangani Persibo hingga menyabet gelar juara divisi utama sekaligus lolos ke superliga.

Diberitakan sebelumnya, manajemen Persibo Bojonegoro menawarkan kepada Sartono Anwar untuk menangani tim Persibo di superliga musim mendatang. Hanya, sampai saat ini Sartono Anwar belum memberikan jawaban. Manajemen memberikan deadline sampai akhir bulan ini bagi mantan arsitek PSIS Semarang itu untuk mengambil sikap. Bila tidak ada kejelasan, hampir bisa dipastikan Laskar Angling Dharma bakal mencari pelatih anyar. (ade/wid)
Read More...

Sabtu, 29 Mei 2010

Lolos ke Superliga, Persibo Reparasi Stadion

Usai memastikan diri masuk ke Superliga musim depan, Persibo Bojonegoro mulai berbenah. Jawara Divisi Utama 2009-2010 ini rencananya bakal melakukan perbaikan di kandangnya, yakni stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro.

Seperti yang diungkapkan manajer Persibo, Taufiq Risnendar, Minggu (30/5/2010), diringa berserta pengurus dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bakal memaksimalkan jeda kompetisi untuk membangun stadion kebanggan masyarakat Kota Lendre ini.

Kita akan manfaatkan waktu istirahat ini untuk membangun stadion. Selain itu Pembak sudah sudah menegaskan akan membangun stadion," ucap Taufiq.

Sejauh ini, stadion menjadi aspek pertama yang disentuh oleh Persibo. Jika melihat kondisi stadion Letjen H. Soedirman saat ini, tentu Pemkab dan Pengurus Persibo bakal melakukan perombakan besar-besaran. Sebab beberapa aspek misalnya lampu penerangan, ruang-ruang dan tribun untuk kamera televisi juga belum memadai.
Sedangkan mengenai evaluasi tim, Taufiq belum bisa memberikan keputusan. Yang jelas dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan seluruh tim. "Dua hari dari sekarang kita akan kumpulkan tim. Soal itu kami masih menunggu hasil evaluasi dari tim pelatih," jelas Taufiq.

Persibo lolos ke Superliga setelah berhasil mencapai babak final Divisi Utama. Tak hanya lolos, mereka juga menorehkan kenangan manis. Bertanding di stadion Manahan Solo, mereka mengalahkan Deltras Sidoarjo dalam adu penalti dengan skor akhir 3-1. [sya/kun]
Read More...

Mohammad Victor da Silva, Pemain Terbaik Divisi Utama 2009-2010

Sunting Gadis Indonesia, Ingin Jadi Distributor Pemain Brazil


Sukses Persibo Bojonegoro musim ini tak lepas dari sosok Victor da Silva. Sebagai kapten, dia mampu memimpin rekan-rekannya hingga menembus Indonesia Super League (ISL) musim depan. Status pemain terbaik pun layak disandang.
---

RONA kegembiraan terpancar dari Victor da Silva tadi malam (29/5). Wajar, dia baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Kompetisi Divisi Utama musim 2009-2010.

Pemain asal Brazil dengan tinggi 192 cm itu dianggap sebagai sosok penting di balik sukses Laskar Angling Dharma, julukan Persibo, juara. Selain skill yang jempolan, Victor juga dikenal sebagai sosok yang dingin di lapangan. Jarang dia terlihat emosi.

Itu sama saat dia berada di luar lapangan. Ritme berbicaranya sangat sederhana dan apa adanya. Dia pun sopan saat diajak berbicara. Tampaknya, budaya Indonesia sudah meresap di dalam kehidupannya.

Sebenarnya itu sangat wajar karena Victor masuk ke Indonesia pada 2005. Saat itu dia merumput di PKT Bontang (kini menjadi Bontang FC).

Tapi, kehidupannya mulai berubah sejak 2006. Ketika itu, dia mulai mengenal Islam dan menjadikan agama tersebut sebagai keyakinannya.

''Itu rencana Tuhan dan tidak ada yang bisa menghalangi,'' tutur pemain spesialisasi gelandang bertahan dan stoper itu.

Awalnya, Victor hidup di tengah-tengah keluarga yang taat di bawah ajaran agama lain saat tinggal di Brazil. Bagi Victor, agama terdahulunya itu juga mengajarkan banyak hal yang positif dan menuntun umatnya untuk selalu mengutamakan kedamaian.

Itu tidak jauh berbeda dengan yang diajarkan Islam. ''Saya yakin, tujuan semua agama sama. Yakni, hidup dalam damai,'' terang dia.

Victor masuk Islam setelah berkenalan dengan Sri Sudarmiana, seorang gadis Jawa asal Blitar. Sri adalah seorang guru privat bahasa Inggris di salah satu tempat kursus di Surabaya.

Mereka berkenalan saat Victor berkunjung ke rumah temannya, Fabio de Oliviera, pelatih asal Brazil yang saat ini menjadi arsitek Suryanaga, salah satu klub internal di kompetisi Pengcab PSSI Surabaya. Sri adalah teman istri Fabio. Mereka pun saling jatuh cinta.

''Kebetulan dia (Sri, Red) memakai kerudung dan saya sangat tertarik dengan itu. Tapi, saya pilih Islam bukan karena sekadar terpikat oleh kerudung. Tapi, lebih dari itu, saya meyakini bahwa Islam juga mengajarkan kepada saya untuk hidup dalam damai,'' ungkap pria kelahiran Rio de Janeiro, Brazil, 10 Februari 1976, itu.

Dengan perlahan, Victor mengenal dan mendalami Islam dari Sri kurang lebih setengah tahun dan menentukan sikap untuk memeluk Islam pada akhir 2006. Dia pun menambahkan Mohammad di depan namanya menjadi Mohammad Victor da Silva.

Dalam prosesnya itu, Victor tidak merasa kesulitan. Dia melaksanakan ibadah puasa juga dengan penuh keikhlasan. Begitu juga menunaikan ibadah yang lain.

''Tapi, saat salat saya sering merasa terganggu jika duduk. Entah kakiku panjang atau karena faktor lain, saya kurang nyaman melakukan itu,'' ujar dia.

''Lama-lama akhirnya terbiasa juga,'' sambung ayah Keysha Kirani da Silva itu. Ya, Victor memang telah memiliki buah hati seorang.

Setelah memeluk Islam, dia mempersunting Sri sebagai istrinya. Akad nikah mereka dilakukan di salah satu masjid di Surabaya .

''Saya sangat beruntung. Tidak hanya menemukan agama yang penuh damai, tapi juga mempersunting seorang istri yang sangat baik akhlaknya,'' tutur dia.

Dengan begitu, mantan pemain Pohang FC Malaysia itu juga bertekad untuk menetap di Indonesia . Dengan alasan, dia harus selalu dekat dengan keluarganya. Dia juga telah merancang kehidupan masa depan bersama keluarga setelah tidak lagi menjadi pemain bola.

''Saya ingin menjadi distributor pemain Brazil di Indonesia. Kebetulan, banyak teman saya di Brazil yang memiliki skill sepak bola yang bagus,'' ucapnya. (*/c4/diq)

Biodata:

Nama : Mohammad Victor da Silva

Lahir : Rio de Janeiro, Brazil, 10 Februari 1976

Posisi : Gelandang

Istri : Sri Sudarmiana

Anak : Keisha (2)

Karir

2005-2007: PKT Bontang

2008 : Pohang FC, Malaysia

2008 : Divisi II Brazil

2009-...: Persibo Bojonegoro
Read More...

Minggu, 23 Mei 2010

Persibo Kecam Wasit, Deltras Anggap Wajar

Surabaya (beritajatim.com) - Kemenangan Deltras Sidoarjo atas Persibo Bojonegoro, Minggu (23/5/2010) sore ini mengantarkan mereka lolos ke semifinal sebagai juara grup B. Pada babak empat besar yang berlangsung di Solo nanti, The Lobster akan menghadapi runner up grup A.

Asisten pelatih Deltras, Gunawan yang ditemui usai pertandingan mengatakan, hasil ini pantas didapatkan timnya. Apalagi, menurutnya, sepanjang pertandingan, Fery Aman Saragih cs sangat ngotot dan menguasai pertandingan.

''Ini hasil happy ending untuk kita. Sebab anak-anak bermain optimal untuk menjadi juara grup,'' ucap Gunawan kepada wartawan.

Pada laga sore ini, dua gol Deltras didapat melalui hadiah penalti. Wasit Iwan Sukoco asal Malang menghadiahkan penalti dengan alasan kontroversial. Pertama, ia menilai kiper Persibo, Johan Charles melanggar Satyo Husodo. Sedangkan penalti kedua, diberikan karena ia menganggap Novan Setia� melanggar Iwan Setiawan. Padahal jelas terlihat Iwan-lah yang melanggar.

''Gol penalti itu wajar. Karena pemain kita memang dilanggar,'' lanjutnya.

Pada pertandingan ini, Persibo hanya bermain 10 orang. Sebab striker mereka, Melky Pekey mendapat dua kali kartu merah dalam waktu kurang dari dua menit. Meski begitu, Laskar Angling Dharma sangat enjoy. Mereka terus menekan dengan memanfaatkan serangan balik.

''Pertandingan sangat alot. Karena Persibo bermain lepas dan tanpa beban. Meski mereka kehilangan satu pemain,'' sambungnya.

Sementara itu, manajer Persibo, Letkol Taufiq Risnendar mengecam kepemimpinan Iwan. Taufiq menilai wasit asal Malang itu kerap merugikan timnya, termasuk ketika memberikan dua penalti untuk Deltras. ''Wasit bangsat. Kita main sepuluh orang, tapi lawan kita 14 orang. Bagaimana bisa menang coba,'' tegasnya.[sya/ted]
Read More...

Jumat, 21 Mei 2010

Pesta Boromania Dikandang Deltras

Sidoarjo - Setelah memastikan diri lolos ke semifinal Devisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, supporter Persibo Bojonegoro, Boromania, langsung menggelar pesta.

Dengan tanpa sungkan berada di kandang Deltras, suporter tuan rumah Deltras Sidoarjo, ribuan Boromania yang datang dari Bojonegoro langsung berjingkrak.
Tidak hanya itu saja, para pemain dan official yang sejak pertandingan memendam amarah terhadap kemepimpinan wasit langsung berhamburan menuju ke arah supporter.

Mereka melambaikan tangan dan ikut larut dalam suka cita. Termasuk sang pelatih Sartono Anwar yang tidak bisa menahan kesenangannya dengan memeluk satu persatu pemain yang tampak menangis.
Pantauan beritajatim.com di lapangan, Kamis (20/5/2010) malam menyebutkan, jika Boromania datang menumpang puluhan bus yang diparkir berjajar di luar stadion Gelora Delta Sidoarjo. "Kami tidak menyangka pertandingan begitu menegangkan. Sehingga, saat selesai kami langsung berjingkrak kegirangan," kata Nuril Huda, salah satu Boromania asal Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

Dijelaskan, jika selama pertandingan kepemimpinan wasit sungguh-sungguh membuat penonton kecewa. Dan itu merupakan citra buruk wasit di Indonesia. "Sangat wajar, saat pertandingan selesai kami langsung berjingkrak senang," jelasnya.

Hal senada dikatakan oleh Basar, Presiden Persibo Bojonegoro. Menurutnya, semuanya telah jelas kalau kebenaran tidak bisa dilawan dan Persibo membuktikannya.

Karena, ditekan bagaimana pun juga, Laskar Angling Dharma masih bisa menang dan itu yang terpenting. "Kami mensyukurinya, dan kami juga siap menyongsong semifinal," tambahnya.

Sementara itu, saat pulang dengan menumpang puluhan bus, ribuan Boromania terus berteriak sepanjang jalan dengan yel-yel khas asal Kota Ledre. Mereka tampak senang dan bergembira. Baik itu supporter yang masih anak-anak sampai dengan orang dewasa. Tampak juga beberapa orang tua yang membawa anaknya larut dalam kemenangan.
Read More...

Rabu, 12 Mei 2010

Kasus Korupsi Persibo, Manajer Bela Bawahan

Bojonegoro - Walaupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro telah menentukan tiga pengurus harian Persibo Bojonegoro sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, tetapi mereka malah dibela oleh atasannya.

Kepada beritajatim.com, Rabu (11/5/2010), Manajer Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar mengaku, seharusnya yang diperiksa secara mendalam bukan tiga bawahannya itu, melainkan yang pengambil kebijakan pada tahun 2008 lalu.

Menurut pria yang juga Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro itu menegaskan, tiga tersangka itu adalah pelaksana dari kebijakan atasannya.

"Sehingga, mereka hanya menjalankan tugas saja dan tidak pengambil kebijakan secara langsung," kata Taufiq.
Dijelaskan, jika pada saat itu manajer Persibo Bojonegoro adalah Letkol (Inf) Kup Yanto Setyono yang sekarang ini bertugas di Mabes TNI.

"Beliau yang pada waktu itu mengambil kebijakan, buka tiga pengurus Persibo Bojonegoro yang sekarang ini telah ditetapkan sebagai tersangka," lanjutnya.
Ditanya mengenai kemungkinan Kup Yanto dipanggil oleh penyidik kejaksaan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak. Tetapi, dari hasil pantauannya selama ini, kemungkinan hal tersebut akan segera dilaksanakan.

"Di tubuh TNI juga bisa dilakukan pemanggilan, tetapi memang membutuhkan proses yang sediki lama," tegasnya.

Sebab, untuk memeriksa anggota TNI harus seizin dari Panglima di Mabes TNI. Sehingga, pihak penyidik harus melayangkan surat terlebih dahulu.

"Ketiga pengurus tersebut bisa dimintai keterangan, karena memang itu sudah ada pembagian tugasnya. Selain itu juga kepada pengurus lainnya," terangnya.

Namun perlu diketahui, Asisten Manager Bidang Teknik Persibo Imam Sardjono, Bendahara Abdul Mun'im dan Asisten Bidang Adinimistrasi Abdul Choliq hanya pelaksana saja.

Ia juga mengakui, kalau dijadikannya tiga pengurus tersebut menjadi tersangka sangat mengganggu dalam hal teknis maupun non teknis di tubuh Persibo Bojonegoro.

"Apalagi, saat ini Persibo tengah memasuki masa krusial dan berjuang di 8 besar Devisi Utama. Pada saat ini, waktunya Persibo lolos ke Indonesia Super League (ISL)," tambahnya.[dul/ted]
Read More...

Sabtu, 24 April 2010

Diundur Jadi 18 Mei

Kasus Persikabo Bogor benar-benar menjadi batu sandungan bagi PT Liga Indonesia untuk menggelar putaran delapan besar kompetisi divisi utama musim ini. Kemarin (23/4) PT Liga Indonesia secara resmi mengundurkan putaran delapan besar tersebut.

Jika sebelumnya laga penentuan untuk meraih tiket ke Indonesia Super League (ISL) musim depan dijadwalkan 26 April lusa, maka berdasarkan surat pemberitahuan terbaru diundur menjadi 18 Mei mendatang. Namun, surat yang ditandatangani CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono tak menyebutkan apakah lokasi pertandingan tetap seperti penunjukan sebelumnya atau diubah. “Ya mau bagaimana lagi,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar pasrah.

Seperti diberitakan, PSSI hingga Kamis lalu belum memutuskan apakah poin Persikabo dikurangi atau tetap karena kasus pemutusan kontrak pemain asing secara sepihak. Jika poin dikurangi, maka Persikabo gagal lolos ke putaran delapan. Posisinya bisa digantikan Mojokerto Putra.

Taufik khawatir pengunduran jadwal itu berdampak pada keuangan Persibo. Sebelumnya, manajemen tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu memrediksi Mei kompetisi sudah rampung. Dengan adanya surat dari PT Liga Indonesia tersebut, kompetisi bakal molor. “Tentu ini menjadi beban anggaran tersendiri bagi Persibo,” katanya.

Meski secara keuangan dirugikan, Persibo memiliki keuntungan secara teknis dengan pengunduran jadwal putaran delapan besar tersebut. Sebab, tim polesan Sartono Anwar tersebut memiliki waktu lebih lama untuk membenahi skuadnya pascatampil di ajang Piala Indonesia. “Sehingga tentunya tim akan lebih bagus lagi,” imbuh Taufik.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro itu menambahkan, secara umum persiapan Persibo menghadapi putaran delapan besar mendekati maksimal. Sebab, sejak awal manajemen tim menghitung putaran delapan besar digelar 26 April lusa.

Sementara itu, tim Persibo kemarin pagi menggelar latihan turin di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro. “Semua pemain hadir kecuali Steven Eko yang menjalani terapi di Surabaya,” kata asisten pelatih Persibo Bambang Pramuji. (ade/yan/jpnn)
Read More...

Sabtu, 10 April 2010

Kondisi Aris-Steven Membaik

BOJONEGORO - Ini kabar gembira bagi pendukung Persibo Bojonegoro. Kapten tim Aris Tuansyah dan pasangannya di lini belakang Steven Eko, kondisinya mulai membaik. Dalam beberapa terakhir ini, kedua pemain berposisi stopper tersebut mengikuti latihan bergabung bersama rekan-rekannya.

Padahal, sebelumnya Aris-Steven latihan terpisah. Keduanya terkadang hanya jogging atau melakukan gerakan-gerakan sendiri dengan bola. ''Sudah mulai baikan setelah istirahat lama,'' aku Aris.

Dia menuturkan, saat ini rasa sakit di kakinya mulai hilang. Sehingga, Aris siap dimainkan saat Persibo melakoni penyisihan Piala Indonesia maupun berlaga di putaran delapan besar divisi utama musim ini. Apakah dirinya dimainkan atau tidak, mantan pemain Gresik United itu menyerahkan kepada pelatih. ''Kalau saya siap saja karena saya ingin segera main,'' katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Steven Eko juga menyatakan rasa sakit di kakinya jauh berkurang. Dia menuturkan, saat ini dirinya sudah berani melakukan benturan dalam bermain bola. ''Mungkin butuh membiasakan lagi dalam beberapa hari ke depan dan saya berharap bisa main,'' harapnya.

Sementara itu, pelatih Persibo Sartono Anwar menyatakan masih terus memantau kondisi dan perkembangan kedua pemain belakang tersebut. Menurut dia, Aris dan Setven selama ini menjadi tumpuan bagi tim. ''Kalau saya berharap keduanya bisa dimainkan di Piala Indonesia,'' ujarnya.

Menurut dia, kondisi dua pemain tersebut jauh lebih baik dari sebelumnya. ''Kalau tanda-tanda sembuh ya memang dan sudah mulai bisa bermain normal,'' ujarnya.

Sementara itu, kelompok suporter Boromania berharap manajemen tim Persibo lebih fokus ke putaran delapan besar kompetisi divisi utama yang dimulai 26 April nanti. ''Piala Indonesia perlu tapi kami berharap lebih fokus ke putaran delapan besar divisi utama,'' kata Presiden Boromania Basar.

Dia menuturkan target utama Persibo mengikuti kompetisi adalah lolos ke superliga. ''Kami ingin Persibo lolos babak 16 besar Piala Indonesia, tapi kami lebih ingin Persibo lolos superliga,'' imbuhnya.

Karena itu, kata Basar, Boromania tidak akan all out mendukung Persibo di Piala Indonesia. Supoter hanya mati-matian mendukung Persibo di putaran delapan besar divisi utama. ''Kami siap datangkan ribuan suporter Persibo ke Sidoarjo (Gelora Delta, tempat laga putaran delapan besar grup B),'' katanya. (ade/yan)


Sumber:jawa pos

Read More...

Rabu, 07 April 2010

Pembangunan Lampu Belum Ditenderkan

Pembangunan lampu Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Jawa Timur, senilai Rp4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010, belum ditenderkan.

“Kami masih akan membahas dengan manajeman Persibo, sebab berhubungan dengan teknis dan jadwal pertandingan sepak bola yang sedang berjalan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bojonegoro Andi Tjandra, Selasa.

Pembahasan yang dilakukan, katanya, untuk mengetahui kebutuhan lampu stadion yang paling tepat di wilayah setempat.

Dia menjelaskan, dalam membangun lampu stadion dana yang tersedia pada awal ini hanya sebesar Rp4 miliar dari APBD 2010. Pembahasan yang dilakukan dengan manajeman Persibo, dengan alasan selama ini yang sangat berkepentingan dengan stadion yakni Persibo.


Menurut dia, pilihan pertama lampu stadion dibangun dengan standar internasional dan dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp8,5 miliar. Dengan standar itu, setiap tiang membutuhkan 40 titik lampu dengan standar 1.200 luks dan secara teknis sangat mewah.

Alternatif lainnya, lampu dibangun dengan standar nasional yang diperkirakan biayanya berkisar Rp6,5 miliar dengan standar 800 luks. “Setiap tiang membutuhkan 36 titik lampu,” ucapnya menjelaskan.

Sementara pembangunan lampu stadion bisa dimanfaatkan untuk pertandingan pada malam hari. Hanya saja, kalau untuk siaran TV, dengan lampu standar amatir yang standarnya 500 luks, masih kurang terang.

Andi berpendapat, bisa saja pada awal pembangunan lampu stadion mempergunakan pilihan standar 800 luks, sedangkan semua perlengkapan stadion seperti genset dengan standar 1.200 luks.

“Setelah ada dana, baru menambah lampu menjadi 1.200 luks,” jelasnya.(antar

Read More...

Babak 8 Besar di Sidoarjo dan Bone

Babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia musim 2009/2010 akan digelar di dua kota, yaitu Sidoarjo, Jawa Timur dan Bone, Sulawesi Selatan mulai 28 April 2010.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono di Jakarta, Selasa, mengatakan dipilihnya dua kota itu berdasarkan beberapa pertimbangan, di antaranya masalah infrastruktur terutama stadion.

“Babak delapan besar terbagi atas dua grup. Grup A berada di Bone yaitu Stadion Lapatau dan Grup B berada di Sidoarjo yaitu Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Kedua tempat itu sangat representatif untuk menggelar pertandingan,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pada Grup A yang menjadi tuan rumah adalah Persiram Raja Ampat Papua. Untuk tiga klub lainnya adalah Semen Padang, Persiba Bantul dan satu tempat diperebutkan antara Mojokerto Putra dan Persikabo.

Sedangkan Grup B yang menjadi tuan rumah adalah Deltras Sidoarjo dan tiga klub peserta lainnya adalah Persipasi Bekasi, Persidafon dan Persibo Bojonegoro.

“Keputusan siapa yang bakal mengisi satu tempat di Grup A akan ditentukan pada sidang Exco PSSI besok (Rabu, 7/3). Hal itu terkait sanksi FIFA bagi Persikabo,” katanya.

Ia menambahkan, untuk babak semifinal dan final pihaknya belum bisa menentukan lokasi yang pasti. Sesuai rencanan awal pelaksanaan babak final akan digelar di Solo atau Yogjakarta.

Pertimbangan dipilihnya dua tempat tersebut, kata dia, adalah untuk menjaga netralitas dan diharapkan pertandingan yang menentukan promosi dan degadrasi Indonesia Super League (ISL) berjalan dengan lancar.

“Dari dua tempat itu, Solo sangat berpeluang karena infrastrukturnya sangat memadai. Namun kami belum bisa memutuskan saat ini,” katanya menjelaskan.(antara)


Read More...

Sabtu, 03 April 2010

Piala Liga Terancam Tanpa Sponsor

Usai tak lagi melakukan kerjasama dengan salah satu merek rokok, Dji sam Soe, hingga kini PT Liga Indonesia (PTLI) masih belum menetukan siapa sponsor Piala Indonesia 2010. Namun beberapa nama sudah dikaitkan, termasuk salah satu perusahaan telekomunikasi yang masih belum disebutkan namanya.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, Kamis (1/4/2010) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan siapa yang bakal menjadi sponsor Piala Indonesia. Tapi ia menjelaskan saat ini pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia.

"Mudah-mudahan sebelum kick off kita bisa launching sponsor utama. Kenapa sulit, karena kita tidak mau hanya sponsori selama setahun saja, kalai bisa minimal tiga tahun," jelas Joko.

Untuk turnamen Piala Indonesia tahun ini sebanyak 32 tim bakal bersaing menuju Gelora Bung Karno yang ditunjuk sebagai venue final Piala Indonesia. Dengan rincian, 18 tim Superliga, 12 tim Divisi Utama dan 2 tim Divisi Saatu.

Tapi karena jawara Divisi Satu, Persekam Metro FC mengundurkan diri lantaran terkendala biaya, sebagai penggantinya PTLI menunjuk PSBI Blitar. "PSBI jadi favorit karena gruping Persekam adalah di Kediri. Jarak Kediri dengan Blitar juga dekat," lanjutnya.

Nantinya, setiap pertandingan akan mendapatkan match fee Rp 20 juta untuk kemenangan dan Rp 10 juta untuk hasil seri. Jika berlanjut ke babak 16 besar, setiap tim yang menang akan mendapatkan Rp 40 juta, seri Rp 20 juta dan kalah Rp 10 juta. Nah, untuk babak delapan besar, tim yang menang akan mendapatkan Rp 50 juta dan yang kalah mendapatkan Rp 25 juta.

Untuk babak final, juara keempat mendapatkan hadiah Rp 200 juta. Untuk juara ketiga mendapatkan Rp 300 juta. Tim runner up berhak mendapatkan hadiah Rp 500 juta dan hadiah utama adalah Rp 1 miliar. "Total hadiah utama kita adalah Rp 2 miliar," ucap pria asal Ngawi itu.

Tim yang menjadi jawara juga berhak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti babak play off Liga Champions Asia (LCA). "Untuk pemain asing kita masih sama, hanya boleh memainkan tiga pemain asing," pungkas Joko. [sya/kun]


Read More...

Jatim Merajai Pentas Piala Indonesia

Jawa Timur menjadi provinsi paling banyak menyumbang kontestan dalam Piala Indonesia 2010. Dari 32 tim yang akan bertanding, 10 di antaranya berasal dari Jatim. Tak berhenti sampai disitu, dari delapan venue yang ditunjuk sebagai tuan rumah, empat di antaranya ada di Jatim. Hal ini semakin membuktikan bahwa Jatim adalah baromater sepakbola Nasional.

Dari 32 tim yang akan bertanding di Piala Indonesia, sepertiganya berasal dari Jatim. Kesepuluh tim itu adalah tersebar di dua tingkat kompetisi yang berbeda. Untuk klub Superliga diwakili, Persela Lamongan, Persik Kediri, Arema Indonesia, Persebaya Surabaya dan Persema Malang.

Sedangkan lima klub lainnya adalah perwakilan dari Divisi Utama, yakni Persibo Bojonegoro, PSBI Blitar, Deltras Sidoarjo, Mojokerto Putra dan Persipro Probolinggo. PSBI Blitar akhirnya masuk menjadi kontentas menggantikan jawara Divisi Satu, Persekam Metro FC yang mengundurkan diri. ''Persekam mengundurkan diri karena tidak ada dana. Pasti ada hukuman, tapi itu urusan Komdis PSSI,'' ucap CEO PT Liga Indonesia (PTLI), Joko Driyono, Kamis (1/4/2010) sore tadi.

Selain dari segi kontestan, Jatim juga menguasai dalam segi venue pertandingan. Setidaknya, dari delapan klub yang ditunjuk menjadi tuan rumah, empat diantaranya berasal dari Jatim. Kesempat tim itu adalah, Persebaya (Gelora 10 Nopember), Arema (Kanjuruhan), Persela (Surajaya) dan Persik (Brawijaya).

Namun kesemua tim Jatim harus bentrok sejak awal. Persik misalnya, mereka harus berhadapan dengan Persibo dan PSBI. Sedangkan pada Grup E, Arema harus berseteru dengan Deltras dan MP. Persebaya sendiri harus bersaing dengan Persema dan Persipro. Hanya Persela yang tidak berhadapan dengan sesama tim Jatim dalam babak 32 besar.

Piala Indonesia sendiri akan digeber di delapan tempat pada 14 hingga 23 April mendatang. Nantinya ke-32 klub akan berebut untuk bertanding di stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. ''Mulai babak semifinal hingga final dilangsungkan di Senayan. Jadi ini road to Senayan,'' pungkas Joko.(sya/eda)

Sumber : beritajatim.com
Read More...

Resmi Ajukan Tambahan Rp 1,5 M

Manajemen Persibo Bojonegoro resmi mengajukan tambahan dana Rp 1,5 miliar untuk melakoni putaran delapan besar divisi utama dan babak penyisihan Copa Indonesia. “Kita sudah kirimkan ke Pemkab Bojonegoro proposalnya dengan tembusan ke KONI dan DPRD,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar.

Menurut dia, dana Rp 6,5 miliar dari anggaran tahun 2010 hanya cukup membiayai Persibo selama melakoni babak penyisihan grup. Untuk melakoni putaran delapan besar nanti, tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini belum memiliki dana. “Termasuk untuk Copa Indonesia yang akan ditentukan lewat home tournament,” tuturnya.

Dia menjelaskan, harus ada solusi bagi Persibo agar bisa mengikuti putaran delapan besar. Salah satunya, menggunakan dana APBD. “Dan nanti di PAK harus ada tambahan,” imbuhnya.

Taufik menuturkan, pihaknya perlu jaminan adanya dana dulu untuk melakoni putaran delapan besar. Meskipun, dananya nanti dicairkan di PAK. “Kalau ada jaminan, tentu kita bisa mencari alternatif guna menutupi kebutuhan dulu,” katanya.

Terkait Copa Indonesia, menurut Taufik, formatnya berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebab, tahun ini menggunakan format home tournament. “Ada tiga kali pertandingan (di babak penyisihan). Kalau dulu kan formatnya home and away, sehingga begitu kalah langsung gugur. Kalau ini tetap tiga pertandingan,” jelasnya.

Dia menambahkan, undian pembagian grup di Copa Indonesia batal dilaksanakan kemarin. Undian itu baru dilaksanakan hari ini di Surabaya. “Kita nggak masalah terkait hal tersebut,” ujarnya. (ade/yan/jpnn)


Read More...

Rabu, 31 Maret 2010

Walah! Tak Ada Rekom Rombak PSSI

Malang (beritajatim.com)- Sidang pleno ketiga yang membahas rekomendasi yang dihasilkan dari sidang komisi tadi malam menghasilkan beberapa rekomendasi dari masing-masing komisi, baik A,B, dan C.

Dari Komisi A bidang Organisasi tidak ada rekomendasi yang mengarah pada perbaikan organisasi PSSI maupun adanya pergantian pengurus PSSI. Tetapi lebih banyak pada komunikasi antar instansi baik KONI maupun PSSI. Malah, rekomendasi mengenai adanya perbaikan organisasi PSSI dikeluarkan oleh komis C bidang Dana dan Umum.

Sedangkan Komisi B yang membahas masalah pembinaan mental dan prestasi mengeluarkan beberapa rekomendasi yang di antaranya adalah perbaikan infrastruktur dan fasilitas bagi pembinaan pemain.


Komisi C bidang dana dan umum juga mengeluarkan rekomendasi agar anggaran dana untuk ditambah menjadi 3 persen dari APBN sehingga menjadi sekitar 30 triliun untuk menunjang perbaikan persepakbolaan nasional.

Arifin Panigoro mengusulkan agar anggaran 30 triliun tersebut tidak hanya untuk urusan sepak bola saja melainkan untuk cabang olah raga lain.

Saat ini, sidang pleno ketiga diskors selama 1 jam sambil menunggu tim perumus menggodok rekomendasi dari masing-masing komisi untuk dijadikan suatu rekomendasi final. (har/eda)
Read More...